D T P

Untuk hati yang tak berpenghuni

Sepi… hati ini seperti warna awan mendung gelap. Abu-abu hitam dan mengerikan. Untung saja belum ada sarang laba-labanya. Masih baik namun sudah mulai berdebu sedikit.
Hati ini menunggu. Menunggu siapa yang akan memberikan warna biru langit dan awan putih beserta matahari bersinar.
Jawabannya hanya satu, Waktu…

hisefl:

Lincoln Paul Lambert

(Source: haeming, via shadzx)

Tiap musim hujan, rasanya kalau mau ke kampus itu males takut tiba-tiba ditengah jalan hujan dan belum sampai tempat tujuan terus basah-basahan pula.

Sudah sering kehujanan naik motor lagi. Sebenernya udah selalu disuruh buat naik mobil tapi ya gitu bisa nyetir tapi keberanian belum muncul. Masih takut gara-gara ada suatu hal.

Dan waktu itu diceritain sama kakak, ternyata mama itu khawatir sama aku kalau musim hujan gini. Khawatir kalau dijalan kehujanan, kepeleset, ketabrak dan yang bikin terharu lagi, mama sampai bilang ke papa “pa, mobilnya diganti matic aja kasian diva kalau naik motor kehujanan terus kalau pulang malem juga kasian”  . Ya ampun ternyata ibuku sampai se khawatir itu sama aku tapi akunya gak sadar-sadar buat ngelakuin apa yang dia inginkan.Sebenernya bukan masalah manual atau matic tapi keberaniannya itu belum tumbuh kalau dijalan raya. Emang lebih enak naik motor, apalagi Malang sekarang kan macet jadi kalau naik motor kan bisa nyelip-nyelip jalan sempit dan juga sekarang kampusku susah cari parkir :’)

Si mama gak pernah cerita tapi ini aja diceritain rasanya bikin terharu sampai menitikan air mata *lebay. Sebegitu khawatirnya seorang ibu terhadap anaknya.

You are my everything, mom 

“Lelaki itu ada dua jenis, yang bertulang belakang alias vertebrata dan bertulang lunak alias presto alias ngondek”
— pergijauh (via pergijauh)
Thought via Path

karimaliabs:

Kita mempunyai 2 kesalahan dalam mencintai. Mencintai orang yang salah dan mencintai orang yang benar dengan cara yang salah. -Beril Fairus – Read on Path.

(via niftyanicc)

“kalau selalu mencari yang lebih baik, kapan berhentinya?”
— (via ariadnaspace)

ariadnaspace:

Di atas langit masih ada langit. Kalau terus-terusan pengen lebih berada di atas, kapan berhentinya? Malahan bisa tergelincir dan jatuh terperosok jauh ke bawah. Jadi…….. Ada kalanya kita harus berhenti. Bukan untuk menyerah. Melainkan untuk sekedar mensyukuri apa yang sudah dimiliki.